Sebelum dunia mengenalnya sebagai Professor X, ia adalah Charles Xavier dan sebelum dunia mengenalnya dengan nama Magneto, ia adalah Erik Lehnsherr. Mereka adalah dua sahabat namun perbedaan prinsip membuat mereka berdua menjadi musuh besar.
Charles dan Erik adalah dua sahabat yang sama-sama memiliki kekuatan lebih. Mereka adalah mutant. Meski berbeda dengan kebanyakan orang namun Charles dan Erik tak takut untuk mengeksplorasi kekuatan mereka. Bukan hanya itu, Charles dan Erik pun kemudian mengumpulkan orang-orang yang senasib dengan mereka.
Saat tiba-tiba muncul ancaman besar bagi kelangsungan hidup umat manusia, Charles, Erik dan para mutant yang lain lantas bersatu mengerahkan segala kekuatan untuk melindungi umat manusia. Sayangnya, dalam pelaksanaannya, Charles dan Erik mulai berbeda pendapat. Perbedaan ini kemudian berubah menjadi permusuhan yang memecah kelompok mutant ini menjadi dua kubu yang saling berperang.
Matthew Vaughn, sang sutradara, sepertinya mencoba untuk lepas dari tipikal film adaptasi komik namun usaha itu tak bisa terlalu efektif lantaran Vaughn harus berhadapan dengan banyak karakter dalam film ini. Alhasil, tak semua karakter sempat dieksplorasi. Paling tidak hanya empat sosok saja yang mendapat perhatian cukup besar: Charles Xavier, Erik Lehnsherr, Sebastian Shaw, dan Mystique.
Di antara empat tokoh yang mendapat sorotan ini sepertinya Erik Lehnsherr yang diperankan Michael Fassbender yang paling terlihat menonjol. Bukan karena James McAvoy, Kevin Bacon, dan Jennifer Lawrence yang tak mampu mengimbangi kemampuan akting Fassbender namun pergolakan batin karakter Erik Lehnsherr memang lebih enak untuk diikuti
Meski pada dasarnya ini bukanlah film terbaik dari yang terbaik di serial X men, akan tetapi film ini memiliki sisi yang berbeda dibanding 4 film sebelumnya.
It’s really first class movie of this year..



